5 Tingkatan Level Programmer – Mulai Dari Novice Programmar Hingga Expert : Kalian Merasa Ditingkatan Mana?

Saat ini, cita-cita dan mimpi dari anak muda mudi di seluruh dunia banyak mengiginkan menjadi seorang programmer. Bila dulu di tahun

Program teknologi – Saat ini, cita-cita dan mimpi dari anak muda mudi di seluruh dunia banyak mengiginkan menjadi seorang programmer. Bila dulu di tahun 90-a dan 2000-an, cita-cita para anak-anak ini pun tak jauh-jauh dari menjadi dokter, insinyur, hingga menjadi presiden, maka saat ini programmer sudah masuk menjadi sebuah profesi yang diharapkan judi domino. Begitupun dengan pandangan bahwa programmer bukan lah profesi menjanjikan. Yang pada akhirnya sudah terbantahkan.

Nah untuk kalian yang juga berharap untuk menjadi programer, scara garis besar ada 5 tingkatakan berbeda dari programmer. Dan tenang saja, tingkatan tersebut justru tak berdasarkan dari gelar atau tingkat pendidikan. Melainkan sudah sejauh mana kemampuan dan pengalaman mereka. Jadi, bisa saja kamu masuk ke dalam salah satu tingkatan tersebut. Bukan begitu?

1. Novice Programmer

Novice Programmer merupakan level paling dasar dari seorang programer. Bila di dunia game, mungkin level ini biasa kamu sebut dengan tingkatan newbie. Dimana ia baru saja meraba-raba dan menjajal dunia programmer. Mereka ini biasanya orang yang tertarik pada dunia programming, mempelajari bahasa, trik dan tutorialnya. Dan kemudian mempraktekannya.

Untuk tingkatan ini, Novice Programmer mungkin sudah bisa menciptakan sebuah program mereka sendiri. Yang berdasar dari tutorial yang ada di internet. Atau yang diberikan oleh programmer dengan tingkat di atas mereka. Namun mereka masih belum mampu untuk mengedit atau benar-benar membuat program sendiri dari nol.

2. Advance Beginner Programmer

Advance Beginner Programer merupakan tingkatan berikutnya dari Novice programmer. Bila Novice programer benar-benar newbie dan baru belajar mengenai dunia programming, maka seorang Advance Beginner Programer sudah memiliki cukup pengalaman. Ia pun biasanya sudah bisa membuat dan mengedit program buatannya sendiir. Serta mampu untuk menggunakan tools yang ada untuk membantu proses pembuatan program.

Hanya saja, Advance Beginner Programer biasanya tak mempelajari lebih jauh untuk memaksimalkan tools tersebut. Ia pun tak bisa diharapkan untuk membuat program sendiri tanpa adanya bantuan dari tools yang tersedia. Bahkan untuk membuat, memperbaiki, atau mengedit tools yang ia miliki untuk kemudahan dalam membuat sebuah program.

3. Competent Programmer

Ada beberapa ciri yang menjadikan seseorang disebut sebagai Competent Programer. Pertama, pengalaman. Ia sudah cukup lama malang melintang di dunia programming hingga memilki sebuah kemampuan sendiri untuk mengedit, mengubah, dan membuat program sejak dari awal. Ia pun biasanya sudah tak lagi bergantung pada tools seperti yang dilakukan oleh advance beginner programer.

Di sisi lain, ciri dari Competent Programer yang paling jelas adalah bisa melakukan troubleshooting sendiri. Pemecahan masalah pada program dan tools ini memang menjadi sebuah kuliafikasi dari Competent Programer. Jadi kalau kamu sudah bisa menyelesaikan masalah pada program tanpa perlu tools atau tanpa melihat tutorial di internet, kamu bisa saja sudah termasuk dalam level ini.

4. Proficient Programmer

Nah ini dia tingkatan dari programer yang mulai banyak dicari oleh perusahaan besar. Jadi untuk tingkatan programer ini, mereka bukan hanya sudah bisa membuat, mengedit dan mengubah program serta tools dari awal mula. Mereka pun sudah sangat paham dengan bahasa dan kode pemrogramman hingga mereka tak akan perlu lagi untuk menjalankan sebuah kode, untuk melihat adanya kesalahan.

Hal tersebut, tak bisa dipelajari begitu saja. Proficient Programer biasanya merupakan orang dengan pengalaman super panjang, yang menjadikannya sensitif dan sangat mengenali kode. Karena itu familiar dengan kesalahan pada kode pun sudah bukan lagi hal yang baru.

5. Expert Programmer

Alias programer kelas dewa. Untuk mencapai level ini diperlukan pengalaman super panjang ditambah sebuah wawasan yang luas. Expert Programer bukan hanya mampu membuat sebuah program, ia bisa membuat tools serta beragam cara baru untuk menjadikan pekerjaan Proficient, Competent, Advance beginnier, hingga noive programer menjadi sangat muda.

Expert Programer biasanya sudah sangat jarang sekali membuat program mereka sendiri. Mereka pun seringnya akan lebih berfokus pada pemecahan dan penemuan teknologi baru untuk komputer, pc, hingga software yang mereka dan akan kita gunakan di masa depan.

Berencana Beli Printer Baru? Intip Dulu Apa yang Membedakan Printer Inkjet, LED, dan Laser

Kehidupan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran memang tak bisa lepas dari printer. Sebanyak dan sesering apapun kita mengklaim sudah hidup

Dunia teknologi – Kehidupan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran memang tak bisa lepas dari printer. Sebanyak dan sesering apapun kita mengklaim sudah hidup di dunia agen judi bola digital, faktanya memang adalah kita masih belum bisa lepas dari sentuhan “dunia nyata”. Yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk kertas priter. Ya, bagaimana pun rasanya berbeda ketika kita bisa langsung menyentuh hasil ketikan atau laporan yang kita buat, bukan begitu?

Namun selain alasan di atas, printer (dan hasil printer) penting karena pada beberapa kasus, laporan langsung atau hasil yang ada di atas kertas memiliki makna yang lebih lagi. Salah satunya saat kamu perlu mencetak hasil laporan dan kerja, bukannya cukup untuk mengirimkan hasil tersebut melalui email.

Dengan keterkaitannya hidup kita dengan priter ini, bila kamu misalnya sedang mencari priter untuk saat ini maka pasti 3 hal yang akan kami bahas di bawah ini menjadi sangat penting.

Di bawah ini, kami akan membahas apa itu perbedaan dari printer LED, printer Inkjet, dan priter laserjet. Serta mana yang paling pas untuk kamu.

1. Printer Inkjet

Jenis printer Inkjet mungkin bisa dibilang jenis printer yang paling banyak digunakan. Dan untuk kamu pun, jenis priter ini sudah pasti yang paling sering kamu lihat dan gunakan. Wajar saja, karena memang jenis priter paling dasar ini yang dianggap paling “ramah” dengan pengguna berbagai kalangan.

Seperti namanya, priter Inkjet menggunakan tinta untuk mencetak hasil komputer pada kertas. Caranya, tinta akan dimasukan dalam dua cartridge yang berbeda untuk tinta warna hitam dan tinta berwarna. Nantinya, print head yang ada di dalam priter akan tersalurkan dengan tinta dari dua cartridge tersebut, sesuai dengan perintah dari komputer. Setelah itu, print head ini akan bergerak dengan semacam motor untuk mengikuti bentuk dan pola dari tulisan atau gambar yang akan dicetak.

Di bandingkan dengan dua jenis priter yang lain, priter Inkjet memang yang paling mudah digunakan dan harganya paling murah. Karena itu untuk kamu yang memerlukan priter hanya untuk mencetak tugas dan gambar sekali-kali, maka priter Inkjet ini bisa jadi pilihan.

2. Printer Laserjet

Tipe printer kedua yang sebenarnya sudah tak asing lagi karena banyak digunakan dalam skala besar, seperti di kantor atau di universitas adalah priter laserjet. Priter ini tak lagi menggunakan tinta. Namun menggunakan sebuah sistem laser (yang cukup rumit) di dalamnya.

Jadi cara kerja dari priter laserjet ini, di bagian dalam komputer akan terdapat sebuah cermin dan juga lampu laser. Keduanya, dan banyak elemen hal lain bekerja bahu membahu membakar (atau mencetak) kertas yang ada di bawahnya dengan menggunakan pola dan perintah dari komputer. Proses mencetak dengan menggunakan priter laserjet dianggap yang paling cepat, hasil paling rapi dan juga paling baik dibandingkan dengan hasil cetak dari priter inkjet.

Hanya saja, harga priter laserjet bisa dua kali lebih mahal dari harga priter inkjet. Namun sebenarnya, memang bisa bekerja dua kali lebih cepat dan kerja mesin yang dua kali lebih tahan lama pula. Pun juga, kamu tak perlu beli tinta!

3. Printer LED

Sebenarnya, prinsip kerja dari priter LED sama saja dengan printer laserjet. Dimana di dalam priter sudah tak ada ink atau tinta yang bekerja untuk mencetak hasil print. Tak akan ada pula sederet elemen seperti cermin dan laser, yang menjadikan harga priter menjadi sangat mahal.

Sebaliknya, akan terdapat sebuah lampu LED dengan berbagai warna yang nantinya tugasnya mencetak hasil dan perintah dari komputer pada kertas. Ya, kerjanya sama saja dengan lampu LED pada priter LED yang bekerja untuk “membakar” hasil dari komputer pada kertas untuk mencetak.

Namun dengan prinsip yang lebih simple ini, printer LED dibanderol dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan priter laserjet. Karena itu saat ini pun priter LED bisa dibilang mulai perlahan-lahan menggeser priter laserjet. Meski berbeda dengan priter laserjet yang tahan lama, kamu masih perlu mengganti lampu LED pada printer LED ini.